Advertisement
PENYELADI - Sanggau, Lenterakapuas.com --Kekecewaan dirasakan petani sawit Desa Penyeladi, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, pada hari ini, Sabtu (24/10/2026).
Buah sawit milik warga yang hendak dikirim ke pabrik PT. ASP yang berdiri di wilayah desanya sendiri, ditolak oleh oknum asisten grading pabrik.
Kronologi Sabtu Siang Ini:
1. Ditolak Tanpa Alasan Jelas: Asisten grading pabrik tanpa alasan yang jelas menolak menerima buah sawit dari warga Penyeladi yang sudah datang.
2. Surat Kades Dianggap Tak Berlaku: Padahal warga sudah mengantongi surat rekomendasi resmi dari Kepala Desa Penyeladi. Namun surat berkop Pemerintah Desa tersebut tidak diakui oleh oknum asisten grading, seolah tak ada artinya.
3. Ada Kesepakatan 14 Ton: Dasar pemberian surat rekomendasi itu adalah kesepakatan antara Kades dan PT ASP per hari 14 ton. Itulah dasar Kades memberikan surat pengiriman ke pabrik ASP.
4. Lampaui Tupoksi: Oknum asisten grading tersebut dinilai berbuat melebihi kapasitas dan tupoksinya. Ia menolak surat rekomendasi Kades yang sudah berkoordinasi langsung dengan Manajer pabrik, Sdr. Wawan.
5. Antri Sejak Jam 12 Siang: Kejadian hari ini, Sabtu, warga sudah mengantri mulai jam 12 siang, namun tiba-tiba diberikan keterangan tak boleh bongkar oleh oknum asisten grading PT ASP.
6. Tuntut Kejelasan Manajemen: Warga meminta kejelasan dari manajemen operasional pabrik ASP terkait insiden ini. Bisakah seorang asisten grading melangkahi tupoksinya dan menganulir kesepakatan Manajer dengan Kades?
Hingga berita ini diturunkan, Sabtu sore, direksi masih berupaya mengkonfirmasi Manajer PT ASP, Sdr. Wawan.
Tim Media
(Say)

