Advertisement
SINTANG, Lenterakapuas.com— Warga Sesar, RT 01/RW 02, Kelurahan Kapuas Kiri Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengeluhkan suara bising yang diduga berasal dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Kapuas yang berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga.
Keluhan tersebut disampaikan warga karena suara mesin dari aktivitas yang diduga merupakan kegiatan PETI terdengar hingga ke lingkungan tempat tinggal masyarakat, sehingga dinilai mengganggu kenyamanan dan ketenangan warga, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Menurut warga, aktivitas tersebut berlangsung di kawasan Sungai Kapuas yang lokasinya relatif dekat dengan permukiman. Suara mesin yang terus beroperasi disebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Suara mesin cukup terdengar sampai ke rumah-rumah warga. Kami merasa terganggu dengan kebisingan tersebut,” keluh salah seorang warga Sesar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga berharap persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi kebisingan, tetapi juga mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi terkait apabila benar terdapat aktivitas pertambangan tanpa izin di kawasan tersebut.
Pasalnya, selain persoalan gangguan kenyamanan akibat suara mesin, kegiatan PETI juga berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila dilakukan tanpa memperhatikan ketentuan dan pengelolaan lingkungan yang berlaku.
“Kami berharap ada pengecekan ke lokasi. Kalau memang aktivitasnya tidak memiliki izin, kami meminta agar ditindak sesuai aturan,” ujar warga lainnya.
Warga juga meminta pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta instansi teknis terkait untuk melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas di Sungai Kapuas tersebut, termasuk memastikan legalitas kegiatan, lokasi aktivitas, serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Keluhan masyarakat ini diharapkan menjadi perhatian serius, mengingat aktivitas pertambangan yang berada dekat dengan permukiman berpotensi menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan apabila tidak dilakukan sesuai ketentuan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak yang diduga melakukan aktivitas pertambangan maupun dari instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut.
Aktualita.online akan terus melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait guna memastikan fakta di lapangan secara berimbang.
(Say)
